Tampilkan postingan dengan label About Majalengka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label About Majalengka. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Mei 2014

Lebih Mengenal Majalengka

|1 komentar

Majalengka, Salah satu kabupaten yang ada di Jawa Barat yang memiliki wilayah lumayan kecil di banding wilayah kabupaten yang lain yang ada di Jawa Barat. Dengan Ibukota yang yang menurut saya kecil dan tidak seramai dengan ibukota-ibukota kabupaten lain di Jabar, Misalnya saja dengan Kuningan, ini di sebabkan Ibukota Kabupaten Majalengka tidak di lewati oleh Jalan Negara. Liat saja Kadipaten dan Jatiwangi yang di lewati jalan negara, walau hanya sebatas kecamatan tapi menurut saya lebih ramai dari Majalengka sendiri. Jantung Keramian Majalengka hanya ada di Alun – Alun dan Pasar Mambo.
Alun-alun Majalengka merupakan pusat dari kota Majalengka di batasi oleh jalan Alun-alun barat dan timur di sebelah barat dan timur serta jalan K.H Abdul Halim dan Jendral Ahmad Yani di sebelah utara dan selatan. Alun-alun majalengka telah di tata ulang beberapa kali,yang paling mencolok adalah di pasangnya 2 patung “Haji dan Hajah geot” dan pemasangan lampu hias. Beda Bupati beda lagi kebijakan menata alun-alun. Pada era Bupati Majalengka yang baru saat ini, alun-alun di jadikan area publik. dan untuk beberapa kali kesempatan, pentas musik atau konser di adakan di alun-alun, yang selama ini biasanya di selenggarakan di lapangan GGM Majalengka yang berjarak 2KM dari pusat kota. Selain itu sempat juga diadakan penataan pasar dadakan “sunday morning” di alun-alun Majalengka, namun kelanjutannya tidak jelas, para pedagang tidak kembali teratur seperti ketika awal penataan. Bagi saya, alun-alun Majalengka mempunyai beberapa pengalaman menarik bagi saya, seperti bermain sepak bola,berkumpul bersama teman atau lari pagi saat hari minggu yang terkadang seperti acara reuni karena sering berjumpa dengan teman lama. Alun-alun Majalengka hanya ramai saat sore, malam minggu atau pun minggu pagi, tapi tak jarang ramai apabila ada acara yang di laksanakan di Alun-alun.
Selain Alun-alun, pusat keramian di Majalengka adalah Pasar Mambo, entah mengapa dinamakan pasar mambo, tapi pasar di sini bukan pasar sesungguhnya. Pasar Mambo adalah sejenis pusat jajanan di kota Majelengka, tapi biasanya lebih ramai di Malam hari, Dulu Pemerintah Daerah hendak memindahkan pasar yang terletak di jalan Babakan Jawa ke Pujasera (pusat jajanan serba ada) namun para pedagang menolak dan tetap berjualan di pasar Mambo sekarang sedangkan Nasib Pujasera sekarang tidak jelas. Banyak jajanan yang di jual di Pasar Mambo, dari Roti bakar, Es campur, Buah-buahan dan lain sebagainya, namun yang paling di kenal adalah mie kocok yang biasa mangkal di sudut perempatan Jalan Babakan Jawa dan Jendral Ahmad Yani ini sering di serbu oleh pembeli apalagi oleh masyarakat Majalengka yang merantau dan pulang kampung ke Majalengka pada saat Lebaran. Selain itu yang sering di cari adalah Tutut, Yaitu sejenis keong sawah yang di masak dengan bumbu dan cara memakannya dengan menyedot daging tutut tersebut. Makanan ini sekarang sulit di temukan karena telah terganti oleh kerang hijau.
Salah satu sudut pasar mambo menjelang sore hari
Bagi anda yang kebetulan sedang melewati atau berkunjung ke kota Majalengka tidak ada salahnya untuk mengunjungi Alun-alun Majalengka di sore atau di hari minggu pagi lalu memanjakan perut anda di Pasar Mambo pada malam hari, dan nikmati suasana khas Kota Angin, Majalengka.

Jalakotek khas Majalengka

|1 komentar
PENDAHULUAN
Jalakotek, mungkin banyak yang penasaran dengan jenis makanan khas Majalengka  yang satu ini. Jalakotek itu bentuknya seperti pastel yang kulitnya terbuat dari  campuran tepung terigu dan tepung tapioka (aci) yang di beri bumbu dan isinya tumis tahu dan wortel yang di potong-potong kecil dan ditambahkan cengek yang di haluskan, tidak sembarang orang bisa membuat jalkotek yang hasilnya sempurna, di butuhkan keahlian khusus karena kalau tidak kulit jalakoteknya akan gagal.

II.    ISI
Cara pembuatan jalakotek
            Bahan :
-          Tepung Terigu ¼ Kg
-          Tepung Tapioka (Aci) ¼ Kg
-          Tahu
-          Cabe merah atau cabe rawit
-          Bawang merah & Bawang putih
-          Masako (sejenisnya)
-          Garam
-          Sasa
-          Air secukupnya
Bumbu :
-          Bumbu atom
-          Bumbu cabe
-          Bumbu rumput laut
-          Bumbu keju
Cara membuat :
1.       Ulek Bawang Merah serta Bawang putih hingga halus
2.       Ulek Cabe merah atau Cabe rawit secara terpisah dengan ulengan bawang hingga ulekan telihat seperti sambal.
3.       Iris Tahu hingga seperti dadu kecil kemudian tumis dengan minyak goreng, anda juga bisa tambahkan ayam iris atau sosis iris tergantung selera dan pemesanan.
4.       Masukkan Tepung terigu dan tepung aci kedalam adonan, lalu masukan air, aduk hingga merata.
Penyelesaian :
1.       Masukkan Hasil Ulekan bawang merah & bawang putih, masakko garam dan sasa Kedalam Adonan aduk hingga merata.
2.       Bentuk Adonan menjadi Bulat seperti bola.
3.       Lalu setelah menjadi bulat tekan adonan hingga menipis pipih lalu masukkan adonan isi seperti sambal cabe merah dan tahu iris lalu ulir-ulir.
4.       Panaskan minyak goreng, dan goreng jalakotek sampai terendam minyak hingga warna kuning kecoklatan dan sajikan.

Bagaimana ? Tidak sulit bukan untuk membuat jajanan khas Kota kelahiran saya ? hehe, di butuhkan ketelitian dan kesabaran dalam membuatnya agar hasilnya sempurna.
III.    PENUTUP
Jalakotek biasa di jual dari industri rumahan dengan harga Rp 3500/pack isi 10 buah kemudian di jual kembali Rp 2000/buah, dengan usaha ini tentu kita bisa mendapatkan keuntungan yang besar.