Jumat, 16 Mei 2014

Menembus "Kota Angin" Majalengka

|0 komentar
KOMPAS.com - Gerah dan teriknya sengatan matahari di ruas pantai utara Jawa Barat sedikit terhapus saat lewat jalur alternatif yang melintasi ”Kota Angin” Majalengka. Embusan angin dan pemandangan alam Gunung Ciremai menyejukkan perjalanan panjang melewati kota yang terletak 44,5 kilometer arah barat daya Cirebon ini.
Majalengka adalah salah satu kota di jalur alternatif pemudik asal Jakarta dan Bandung menuju Jawa Tengah. Ketika jalur pantura macet, pemudik asal Jakarta biasanya diarahkan melewati Subang-Cikamurang-Kadipaten, kemudian melewati Majalengka menuju Cirebon selanjutnya ke Brebes.
Demikian pula pemudik asal Bandung, yang sering terjebak macet di daerah Prapatan karena pasar tumpah, juga diarahkan ke Majalengka dari arah Kadipaten. Setelah masuk kota Majalengka, ada dua jalan yang bisa dipilih pemudik menuju Brebes, Jateng. Rute pertama lewat Sumber-Kota Cirebon-Kanci, sedangkan rute kedua melalui Cikijing-Kuningan-Cidahu-Ciledug.
Titik persimpangan di antara kedua rute itu adalah Bundaran Cigasong, Majalengka. Dari bundaran itu, belok ke kanan jika ingin menempuh rute lewat Cikijing. Namun, jika ingin menempuh rute pertama, melewati Sumber, ambil jalan lurus dari arah kota. Kondisi jalan di kedua rute sama-sama mulus meski lebarnya hanya 5-6 meter.
Pada rute pertama, ada sekitar 10 stasiun pengisian bahan bakar untuk umum (SPBU) yang representatif. Adapun pada rute kedua, yang melewati kota-kota kecil antara Majalengka dan Kuningan, ada tujuh SPBU. Toko-toko swalayan pun sudah tersebar sampai ke kota-kota kecilnya, seperti Cikijing, Maja, dan Bantarujeg.
Untuk menginap, terdapat beberapa hotel melati dan bintang satu di kota Majalengka, yang siap menampung pemudik yang kemalaman. Tarif penginapan di sana Rp 65.000-Rp 245.000 per malam.
Kecap asli Majalengka
Memang tak banyak yang bisa dijinjing menjadi buah tangan khas Majalengka. Namun, bukan berarti pemudik akan pulang ke kampung dengan tangan hampa.
Majalengka tersohor dengan kecapnya, baik kecap manis maupun asin. Kecap asli Majalengka terkenal karena kekentalan dan cita rasa kedelainya benar-benar terasa. Setidaknya, ada dua merek kecap yang bisa dijadikan pilihan oleh-oleh bagi keluarga di kampung, yakni cap Maja Menjangan dan Segitiga.
Keduanya sama-sama diolah secara tradisional, dari pembuatan hingga pengemasan, dan bisa bertahan sampai dua tahun meski tanpa bahan pengawet. Hampir semua toko kelontong di Majalengka menjual kecap ini, termasuk supermarket dan toko-toko di persimpangan Kadipaten.
Jika ingin membeli langsung ke pabrik, mampirlah ke Jalan Emen Selamet (Maja Menjangan) dan ke Jalan Raya Tonjong (Kecap Segitiga).
Selain kecap, ada oleh-oleh khas yang bisa dibeli di dua gerai oleh-oleh, yakni gerai Asosiasi Industri Kecil Menengah Agro di Jalan Tonjong dan kedai Ibu Popon di dekat Kantor Kelurahan Cijati. Di tempat tersebut tersedia keripik pisang muli (sejenis pisang susu berukuran hanya sebesar ibu jari), keripik nangka, dodol jambu biji, dan oncom. Harga jualnya mulai Rp 4.000 hingga Rp 20.000 per bungkus.

Kesenian Khas Majalengka

|0 komentar

GAOK

Kesenian “ Gaok “ apabila  diamati dalam cara penampilannya merupakan seni tradisional yang telah mengalami singkritisme antara nilai-nilai budaya etnis sunda buhun dan budaya bernuansa islam yang dibawa dari cirebon. Misalnya dapat diamati ketika dalam pertunjukan, ternyata selalu diawali dengan bahasa sunda, tetapi gayanya terkadang seperti orang yang sedang mengumandangkan adzan, kemudian busana yang dikenakan para pemainnya adalah busana khas sunda.
Seni ini mulai ada dan berkembang di majalengka di perkirakan sejak setalah masuknya Agama Islam di wilayah Kabupaten Majalengka yaitu sekitar abad ke 15 ketika pangeran Mehammad berusaha menyebarkan ajaran islam, yang dilaksanakan sebagai upaya yang dipandang strategis dalam dakwah islam. Hingga sekarang seni tradisonal Gaok masih ada yaitu yang dikembangkan di desa Kulur Kecamatan Majalengka oleh seorang seniman bernama Sabda Wangsaharja sejak sekitar tahun 1920.
Kesenian tersebut termasuk seni sastra jenis “ mamacan “ (membaca tekx) atau juga disebut wawacan singkatan dari wawar ka anu acan (memberitahu kepada yang belum mengetahui), yang disuguhkan tanpa penggung pada acara seperti keperluan ritual atau upacara adat yang umumnya dilaksanakan ketika  “ ngayun “ (acara kelahiran bayi ) dengan cara memaparkan cerita seperti Babad Cirebon yang dilantunkan melalui vokal para pemain yang berjumlah antara empat hinga enam rang bahkan mungkin lebih, dengan busana berupa kampret/ toro lengkap dengan ikat kepala, sipimpin oleh seorang dalang/pengawawit dan juru mamaos, diatur berdasarkan urutan; (1) tatalu; (2) lalaguan dan (3) tarian; serta (4) pertunjukan. Adapun alat musik yang digunakan adalah (1) Gong Buyung dan (2) Kecrek dari Bambu. Durasi pemain biasanya berlangsung semalam suntuk. Sekarang durasinya hanya sekitar dua jam saja, dimana para pemainnya secara bergantian melantunkan tembang dengan suarayang keras sehingga dinamakan ‘ Gaok “ yang diambil dari kata “ ngagorowok “ (berteriak) dengan bentuk pupuh atau kakawen.
Kesenian Gaok di Desa Kulur Kecamatan Majalengka saat ini dipimpin oleh E. Wangsadiharja, tersebar hingga ke beberapa desa Kecamatan Majalengka dan Cigasong. Sebelum kesenian Gaok dimulai diadakan upacara “ susuguhan “ (memberikan sesajen kepada para leluhur) berupa makanan dan minuman sisertai pembakaran kemenyan.
Menurut kurun waktu nya seni Gaok terbagi dua macam, yaitu (1) Buhun yang mengisahkan zaman dahulu dan; (2) Galur yang mengisahkan kehidupan manusia pada zaman sekarang.


SAMPYONG
Pada tahun 1960 di daera Cibodas Kecamatan Majalengka tumbuh sebuah permainan rakyat yang dikenal dengan ujungan. Permainan ini merupakan permainan adu ketangkassan dan kekuatan memukul dan dipukul dengan mengunakan alat yang terbuat dari kayu atau rotan berukuran 60 cm. Pemain terdiri atas dua orang yang saling berhadapan, baik laki-laki maupun perempuan, dipimpin oleh seorang wasit yang disebut malandang. Kedua pemain menggunakan teregos, yaitu tutup kepala yang terbuat dari kain yang diisi dengan bahan-bahan empuk sebagai pelindung kepala. Tutup kepala demikian dikenal pula dengan sebutan balakutal. Sasaran pukulan pada permainan ujungan tidak terbatas, dari ujung kepala hingga ujung kaki tanpa di tangkis. Seorang pemain dapat memukul lawanya sebanyak-banyaknya, atau bahkan dipukul sebanyak-banyaknya, hingga salah seorang diantaranya dinyatakan kalah karena tidak lagi kuat manehan rasa sakit akibat pukulan.
Pada deskripsi profil ini, ujungan tidak dikatagorikan seni bela diri, karena seorang pemain tidak melakukan jurus tangkisan. Walupun demikian, permainan ini tetap dianggap sebagai sebuah karya seni karena didalamnya terdapat unsur-unsur kesenian, misalnya seperangkat gamelan pencak silat yang ditabuh sepanjang permainan ujungan dilaksanakan. Adegan ibing pencak silat yang manis. Pukulan ditandai dengan seruan sang maladang : “ Biluuk! “, disusul kemudian dengan pukulan kearah yang diinginkan.
Karena sifat permainan yang terlalu bebas, maka permainan ini dianggap terlalu berbahaya dan tidak banyak orang yang sanggup memainkannya. Beberpa orang tokoh ujungan mencoba membuat penyempurnaan-penyempurnaan, dengan cara menyederhanakan aturan permainan. Setidaknya terdapat tiga butir aturan esensial yang terdapat pada aturan permainan yang baru, yaitu :
  • Seorang pemain hanya diperkenankan memukul sebanyak 3 (tiga) kali pukulan; dan
  • Sasaran pukulan hanya sebatas betis bagian belakang, tidak lebih dari itu.
  • Pemain dapat bermain pada kelas yang ditentukan menurut usia, misalnya golongtan tua, menengah, pemuda, dan anak-anak.
Seiring dengan berlakunya peraturan yang baru itu, maka nama ujungan pun ditinggalkan. Nama permainanyang lebih populer adalah “ Sampyong ”, Sam = Tiga dan Pyong = Pukulan. Nama baru ini terucap begitu saja dari salah seorang penonton keturunan Cina ketika ia menyaksikan permainan ini. Kiranya ia tertarik pada jumlah pukulan pada permaianan ini hingga kemudian terucaplah kata Sampyong yang kemudian melekat menjadi sebutan permainan sampai sekarang.
Sebagai sebuah seni pertunjukan, sampyong dihidangkan pada acara-acara tertentu, misalnya pada acara hajatan, dan kini lebih sering terlihat pada acara kontes ketangkasan domba (adu domba). Berikut beberapa urutan pertunjukan sampyong pada suatu acara khusus :
  1. Seluruh peserta memasuki arena dipimpin oleh seorang wasit, melakukan penghormatan kepada penonton dengan iringan kendang pencak dan lagu Golempang.
  2. Pertunjukan eksibisi, yang dimainkan oleh dua orang tokoh ujungan, sebagai pertunjukan pembuka.
  3. Pertunjukan utama, seorang pemain berhasapan dengan pemain lainnya menurut urutan panggilan, dipimpin oleh seorang maladang.
Tokoh-tokoh yang berjasa mengembangkan seni sampyong antara lain : Sanen (Almarhum), Abah Lewo, Mang Kiyun, mang Karta, K. Almawi, Baron, Komar, Anah, Emin dan beberapa tokoh lainnya yang tersebar di beberapa daerah Majalengka. Berkat keulatn para tokoh itu, sampyong tersebar kebeberapa daerah diantaranya Cibodas, Kulur, Sidangkasih, Cijati, Simpeureum, Pasirmuncang, dan beberapa daerah lainnya. Sebagai penghormatan, kelompok seni sampyong Mekar Padesaan dari simpeureum pernah mewakili Jawa Barat pada event pertunjukan seni olah raga di Bali beberapa waktu yang lalu.


SINTREN

Kesenian Sintren di Majalengka berkembang di daerah Ligung, yakni daerah yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Indramayu, yang dianggap sebagai daerah nenek moyang kesenian ini, kedekatan wilayah ini menyebabkan terjadinya penetrasi indramayu ke wilayah Ligung, yang disebabkan oleh adanya komunikasi, sentuhan sosial, dan sekaligussentuhan budaya. Bahasa sebagainmasyarakat Ligung yang menggunakan Bahasa Indramayu, menyebabkan sintren yang diiringi lagu-lagu indramayuan dengan mudah diterima masyarakat setempat. Salah satu lagu yang terkenal dalam kesenian sintren adalah Turun Sintren yang sebagian syairnya berbunyi sebagai berikut :
Turun-turun sintren
Sintrene Widhadhari
Widhadhari tumuruno
Aja suwen mindho dalem
Dalam sampun kangelan
Lagu di atas memiliki kekuatan magis yang tinggi, sebab selain sebagai lagu pengantar, lagu ini merupakan lagu “ mantra “ yang sangat berpengaruh kepada jalanya pertunjukan sintren. Adapun instrument/waditra-wadhitra yang dipergunakan sebagai pengiring terdiri atas duah buah ketipung, sebagai kendang kecil, kecrek, dan dua buah buyung/juru/klenting (wadah untuk mengabil air). (Tuty Yuhanah, 1983). Karena salh satu wadhitra yang digunakan adalah buyung, maka sintren disebut juga Ronggeng Buyung, namun istilah ini tidak sepopuler nama sintren.
Menurut Arthur S. Nalan (2003), kata sintren berasal dari kata SIN yang berarti sindir, dan TETAREN yang berarti pertanyaan memlalui syair yang perlu dipikirkan dan dicari jawabannya. Adegan yang tampak pada pertunjukan sintren adalah adanya orang yang kesurupan (trence), yang karena adegan trence maka kata sintren digunakan.
Lagu-lagu lain yang dilantunkan dalam kesenian sintren adalah kidung, Kembang Tareate, Gulung-gulung Klasa, Simbar Pati, Kilar Blatar, dan lain-lain. Sebagaimana sisebutkan di muka bahwa lagu-lagu pengiring ini memiliki kekuatan magis, sebab ada beberapa lagu yang digunakan sebagai sarana pemujaan; selain beberapa lagu yang merupakan pembaharuan, umpanya lagu-lagu dangdut, yang digunakan sebagai lagu permintaan dari penonton yang akan ikut nari. (Tuty Yuhanah).
Pertunjukan sintren diawali dengan nyala sinar lampu tempel atau ocor, disusul dengan bunyi gamelan. Setelah membakar dupa, seorang penari berkaca mata hitam namun berpakaian biasa dengan tangan teikat tambang di belakang, masuk kedalam lingkaran pertunjukan. Sementara itu para penyanyi menajikan lagu-lagu sebagai lagu pemujaan berbahasa Indramayu yang dilakukan berulang kali.
Penari sintren yang terikat tambang tak sadarkan diri ketika pawang membacakan mantra-mantra, dirbahkan dan dimasukan kedalam kurungan (ranggap). Pawang membawa dupa sambil membaca mantra, berjalan mengelilingi kurungan, diiringi gamelan dan lagu-lagu yang terdengar dinyayikan terus-menerus.
Tbalah saatnya kurungan dbuka, ternyata putri sintren sudah beubah, kini ia memakai pakaian cantik dan tangan tidak terikat. Aksesoris yang dikenakan putri sintren tampak gemerlapan karena sinar lampu, dan tentu saja, berkaca mata hitam. Sewer pun datang berjatuhan dari penonton, sebagai ungkapan selamat kepada putri sintren yang kini tampak cantik. Jika tubuh putri terkena lemparan sawer, maka tubuhnya akan lemas dan terjatuh, “ makanya ketika sintren menari selalu dikelilingi pembantu juru kawih, dan apabila terjatuh maka ia akan dibacakan mantra-mantra agar segar kembali “ (Athur S. Nalan). Lagu yang nyanyikan pada waktu saweran adalah lagu Ayo Ngewer-Ngewer Putren :
Ayo ngewer-ngewer putren
Sing dikewer rujake bae
Ayo nyawer-nyawer putren
Sing disawer panjoko bae
Jika penyawer sudah sepi, putri sintren berjongkok dan ditutup ranggap kembali, dengan iringan lagu Orok-orok :
Orok-orok
Banyu bangrimapar tembok
Wong nonton pada udodhok
Sintren metu salin erok
Ketika ranggap dibuka, tampak putri sintren sudah berpakaian seperti semula, berpakaian bisasa, berkaca mata hitam, dan tangan terikat, serta tidak sadarkan diri. Pawang membacakan matra hingga ia tersadar. Pertunjukan berakhir diiringi lagu Ulung-ulung :
Ulung-ulung Simbar Wulung
Sing Wulungpatine layang
Ala gandrung eling-eling
Ayo si........ (menyebut nama putri sintren)........ pada balik.
Kesenian sintren yang ada saat ini di desa Randegan wetan Kecamatan Jatitujuh, dengan group “ Metal Budaya “.


KECAPIAN
Kecapapian merupakan bentuk kesenian yang menggunakan kecapi sebagaiwaditra utama. Di Majalengka tumbuh berbagai ragam bentuk bentuk seni kecapian, antara lain Kecapi Suling, Kecapi Cemplungan, Kecapi Jejaka Sunda, Kecapi Pantun, dan Kecapi Kalaborasi. Berikut disajikan deskripsi tentang keenam ragam seni kecapian tersebut.


1. Kecapi Suling
Kecapi suling yang berkembang di Majalengka terdiri atas Kecapi tembang dan Kecapi Kawih.
1. Kecapi Tembang
Kecapi suling merupakan bentuk kesenian yang memadukan waditra suling. Fungsi kecapi dan suling pada kesenian ini adalah sebagai pengiring lagu-lagu berbentuk tembang dan kawih.
Seni kecapi suling yang mengiringi tembang dikenal dengan Tembang Sunda,. Pada kesenian ini, terdapat dua buah kecapi sebagai pengiring, yaitu kecapi indung dan kecapi rincik. Biasanya kecapi indung disebut juga kecapi perahu sebab bentuknya seperti perahu. Kadang-kadang disebut jugakecapi gelung karena pada kedua ujungnya berbentuk gelung wayang (mahkota). Jumlah kecapi indung ada 18 yang terbuat dari bahan kuningan. Sedangkan suling yang dipergunakan dalam tembang sundaadalah suling berlubang enam yang dapat berfungsi menghasilkan beberapa laras, seperti pelog, madenda (sorog), dan salendro. Khusus untuk tembang yang berlaras salendro biasanya rebab digunakan untuk menggantikan fungsi suling.
Pemain kecapi suling pada tembang sunda terdiri atas seorang pemain kecapi indung, seorang pemain kecapi rincik, seorang peniup suling, dan juru mamaos baik wanita maupun pria. Lagu-lagu atau tembang yang dibawakan dalam tembang sundaterdiri atas empat golonganlagu, yaitu Rarancagan, Papantunan, dedegungan, dan Jejemplangan. Keempat golongan lagu itu termasuk kedalam sekar irama merdika yaitu lagu yang tidak terikat birama. Untuk melangkapi penyajian tembang irama merdika tersebut, biasanya disajikan penambih (lagu tambahan) berupa kawih. Kawih yang disajikan sebagai penambih ini berbentuk sekar tandak, yaitu lagu yang terikat birama, sehingga iringannya terdengar beraturan.
Para pemain kecapi seling tembang sunda berpakaian taqwa dengan warna seragam, memakai bendo, dan berkain panjang. Sedangkan juru mamaos wanita mengenakan kebaya dengan sanggul dan hiasan lainnya.
Di Majalengka tembang sunda dikembangkan oleh para seniman yang pernah mendapat pendidikan tembang sunda dari daerah periangan, baik melalui penataran atau pelatihan, maupun melalui pendidikan sekolah (SMK dan STSI). Tokoh-tokoh seniman yang berjasa mengembangkan tembang sunda diwilayah Majalengka antara lain Samsuri, E. Kusnadi, Oyo Suharja, Amin Choeruman, dan Soni Supriatna. Walaupun tidak melalui pendidikan khusus, di majalengka lahir beberapa orang juru mamaos wanita yang turut meramaikan khasanah tembang sunda, antara lain Titin Supartini, Tati, Lia Marliani, dll.
2. Kecapi Kawih
Kawih adalah bentuk karawitan sekar (vokal) yang terikat oleh birama atau ketukan. Kecapi untuk mengiringi kawih berbeda dengan kecapi pengiring tembang. Kecapi yang digunakan untuk mengiringi kawih ini adalah kecapi siter dengan julah kawat 20. Biasanya menggunakan satu atau dua buah kecapi. Jjika menggunakan dua buah kecapi, salah satu di antaranya berfungsi sebagai kecapi indung dan yang lainnya sebagai rincik. Suling pada kecapi kawih ini berfungsi sebagai lilitan lagu yang kadang-kadang tempatnya digantikan oleh rebab sesuai dengan kebutuhan lagu. Vokalis pada kesenian ini disebut juru sekar atau juru kawih.
Kesenian ini biasanya tampil menghibur dalam berbagai acara, baik acara seremonial biasa maupun acara-acara hajatan. Hingga saat ini dikenal beberapa pelaku seni kecapi kawih yang andal di Majalengka, di antaranya E. Kusnadi, Oyo suharja, Wasman Rukmana, Daryono, Risnandar, Soni Supriatna (suling dan rebab), Aceng Hidayat (suling), Dede Carmo, Rasma Sudrajat, dan Dadang.
Kesenian kecapi kawih saat ini juga dikembangkan melalui media radio, yaitu melalui siaran Haleuang Pasundan di Radika 100,3 FM Majalengka oleh Group Panghegar. Kelompok seni kawih lainnya antara lain Manik mekar Saputra (Cigasong), tandang Midang (Munjul), dan Kania Setra (Maja).

2. Kecapi Cemplungan
Waditra yang digunakan pada kecapi cemplungan bukan hanya kecapi dan suling, akan tetapi ditambah dengan waditra lain lain sepeti gendang dan gong. Penyajian musik pada jenis kesenian ini terasa lebih lengkap karena beberapa waditra yang berneda dibunyikan dalam suatu sajian yang harmonis. Lagu-lagu yang dibawakan adalah sekar tandak atau kawih. Pada kecapi cemplungan ini, rebab lebih banyak difunsikan jika lagu-lagu dibawakan dalam laras salendro. Untuk menambah daya tarik kepada penonton, penyajian kecapi cemplungan kadang-kadang ditambah pula dengan penari jaipongan, karena musik yang dibawakan melalui kecapi cemplungan memungkinkan tampilnya penari jaipongan melalui lagu-lagu yang selaras.
Group-group kesenian yang siap menampilakan seni cemplungan antara lain Manik Mekar Saputra, Sanggar Panghegar, Tandang Midang, dan Kania Setra.

3. Kecapi Jejaka Sunda
Kecapi jejaka sunda merupakan jenis seni kecapian yang menyajikan lagu-lagu yang jenaka atau luca dalam irama bebas. Jenis kecapian yang digunakan adalah kecapi siter. Pelakunya tediri atas seorang pemain kecapi yang berpera juga sebagai penyanyi ditambah dengan seorang atau dua orang pemain yang semuanya memiliki kemampuan lagu-lagu jenaka.
Kecapi jenaka sunda di Majalengka dikembangkan pada waktu kelompok kesenian PG Kadipaten (tahun 1970-an) masih aktif, dengan seorang dalangnya yang kreatif yaitu Edi Jubaedi. Pemain lainnya yang terkenal adalah Abah Duleh, Abah Bontot, Mang Uu Wahyu, dan Mang Pentil. Generasi berikutnya adalah Karjo, Iwan Abok, Casma (Mang Cemeng), Ikin Sodikin (Mang jangkung).
Pada saat sekarang, kecapi jenaka sunda meskipun jerang sekali ditampilkan dapat dipesan melalaui group Mustika Budaya (Cigasong) dan Tandansg Midang (Munjul).

4. Kecapi Pantun
Kecapi Pantun merupakan sajian kecapian sebagai mendia pengantar atau pengiring ketika sang juru pantun membawa cerita. Pengertian pantun secara harfiah menurut Saleh Danasasmita adalah  “ cerita, balada, dongeng atau sejarah masa silam, umumnya mengenai kerajaan Pajajaran (dibawakan dengan nyanyian, diiringi tarawangsa atau kecapi). (Saleh, 1974). Sedangkan menurut para juru pantun merupakan wancahan atau singkatan dari kata papan nu jadi panungtun. Artinya melalui cerita pantun penonton atau pendengar mendapat tutunan hidup.
Kesenian pantun merupakan jenis kesenian yang didukung oleh unsure-unsur seni sastra dan karawitan. Unsur sastra tampak pada cerita pantun yang dibawakan. Cerita pantun yang semula hanya merupakan cerita lisan. Sekarang sudah banyak yang ditulis berupa buku. Unsur seni karawitan tampak pada iringan widatra kecapi yang dipetik selama pertunjukan pantun dilaksanakan.
Karakteristik penyajian pantun secara tradisional adalah :
  1. Pelaku kesenian ini hanya 1 orang.
  2. sebelum pergelaran dilakukan upacara berupa penyiapan sesajen (sesaji) dan membaca mantra oleh juru pantun sambil membakar kemenyan.
  3. kecapi yang digunakan adalah kecapi indung, atau kecapi biasa dengan jumlah kawat 18 buah.
  4. hingga sekarang masih dianggap sebagai kesenian yang sakral.
Karakteristik pertama bahwa pelaku pantun hanya 1 orang, ini senada dengan penuturan Ajip Rosidi (1983 32) bahwa di daerah Cirebon peruntunjukan pantun hanya dilakukan oleh seorang juru pantun, tanpa teman main lainnya. Namun kenyataan kemudian menunjukkan bahwa upaya survive agar pantun tetap digemari maka pada kesenian ini ditambahkan waditra lain, seperti piul (biola), seorang sinden, dan bahkan gamelan, sehingga pertunjukan pantun tidak ubahnya pertunjukan wayang catur (cerita wayang tanpa wayang) (Ajip Rosidi, 1983 33).
Sesuai dengan jiwa sakralitas yang diusungnya, kesenian pantun selain dipertunjukkan untuk keperluan tontonan, digunakan juga untuk keperluan ruwatan. Tatakrama ruwatan dan kelengkapan Iainnya tidak berbeda dengan acara ruwatan yang dilaksanakan menggunakan kesenian wayang (golek maupun kulit).
Pada umumnya, alur cerita dimulai dengan Rajah Pamuka, diteruskan dengan mangkat carita, nataan karajaan dan para tokoh cerita, selanjutnya bercerita. Pada akhir cerita ditutup dengan melantunkan lagu Rajah Pamunah atau Rajah Penutup.
Cerita-cerita pantun yang terkenal antara lain Mundinglaya Di Kusumah, Lutung Kasarung, Ciung Wanara, Nyi Sumur Bandung, Jaran Sari, Raden Deudeug Pati Jaya Perang, Panggung Karaton, Demung Kalagan, Nyi Pohaci Sanghiang Sri, dll.
Tokoh-tokoh atau jurupantun terkenal dari Majalengka adalah
  1. Saein dari Kelurahan Tonjong;
  2. Sidik dari Bantarjati;
  3. Warwa dari Desa Jatitujuh;
  4. Maun dari Pasir
  5. Nadi dari Desa Kutamanggu;
  6. Baedi dari Desa Kadipaten;
  7. Kusma dari Desa Kadipaten;
  8. Cecep dari Desa Waringin;
  9. Rasim dari Desa Mandapa;
  10. Iwan Ompong dari Desa Bojong Cideres.
Dari kesepuluh orang jurupantun di atas, yang masih hidup adalah Cecep, Rasim, dan Iwan Ompong. Ketiganya sudah berusia cukup lanjut. Karena itu perlu ada upaya regenerasi agar kesenian ini tidak mengalami kepunahan.

5. Kecapi Kolaborasi
Kecapi kolaborasi dikembangkan oleh para seniman muda Majalengka seperti Oyo Suharja dan kawan-kawan. Pada kesenian ini waditra yang digunakan adalah, kecapi siter, gitar akustik, cuk, gitar bas, biota, ruling, gendang, dan gong. Jumlah pernain musik yang, terlibat di dalamnya mencapai
sepuluh orang, yang masing-masing memegang alat musik y.iii{j berbeda. Lagu-lagu yang dibawakan adalah lagu-lagu kowlli Sunda, lagu-lagu pop Sunda, dan bahkan mampu mengiriiigi
lagu-lagu Indonesia Populer.
Di dalam penyajiannya, para pemusik tidak duduk bersila sebagaimana kesenian Sunda lainnya. Kecapi yang digunakan disimpan di atas sebuah standar sehingga pemain
kecapi dapat memainkannya sambil duduk di atas kursi. Demikian pula dengan, pemain musik lainnya. Jumlah penyanyi atau juru sekar pada kesenian ini dapat lebih dari satu orang.
Kecapi kolaborasi di Majalengka pertama kali diperkenalkan pada waktu Gelar Seni Tradisi 1 tanggal 26 Desember 2004. Sanggar Panghegar (Radika FM Majalengka) pimpinan Wasman Rukmana adalah satu-satunya kelompok kesenian yang menyajikan jenis kesenian ini.


TARI TOPENG KLASIK
Pada abad ke XVI para wall yang dipimpin oleh Sunan Kalijaga dan Embah Kuwu Sangkan (Gusti Sinuhun Cirebon) menciptakan sebuah kesenian yang dinamakan Tari Topeng, karena para penarinya memakai tutup muka yaitu Nyi Mas Gandasari (Nyi Gedeng Pangarongan) serta para wiyaganya terdiri dari Walisanga.
Pada mulanya seni Topeng ini untuk menyamar agar bisa masuk ke dalam Keraton Kasepuhan yang telah dikuasai oleh Pangeran Karawelang dari Karawang yang kontra terhadap Walisanga dan ajaran Islam. Dengan menyamar sebagai Nyi Mas Karawelang pedang pusaka yang disebut "Pedang Si Gelap" dapat direbut yang akhirnya Keraton kasepuhan dapat diduduki kembali oleh Gusti Sinuhun Cirebon. Selanjutnya kesenian Topeng ini digunakan sebgai sarana upacara adat Keraton dan upacara Ngarot (syukuran pada musim panen padi di desa-desa).
Masuknya seni Topeng ke daerah Kabupaten Majalengka sekitar abad ke XVII yang dibawa oleh bapak Setian (seorang tokoh seni Tari Topeng dan Wayang Kulit) dari Gegesik, kemudian secara turun temurun sehingga tahun 1937 berdirilah kesenian ini yang dipimpin oleh Andet Suanda.
Berbeda dengan pendapat yang disampaikan oleh Warniti, bahwa tari Topeng ini dibawa ke Majalengka oleh Embah Buyut Giwang pada abad ke XIX, dan tahun 1930 baru emulai berdiri Tari Topeng Klasik Beber yang pada saat itu penarinya ada tiga orang, yaitu; Nayem, Nasem dan Nayem (ibunya Warniti).
Tari topeng klasik berkembang di Desa Randegan Kecamatan Jatitujuh. Ini merupakan kelompok seni tradisional yang didirikan tahun 1952 sebagai kelanjutan dari tradisi di Desa Beber. Pendirinya adalah Ema Nayem, kemudian diwariskan kepada H. Warniti, Suanda, Tasminah, dan Suhadi hingga sekarang. Menurut Suhadi Tari Topeng Klasik yang dipimpinnya pernah tampil hingga ke wilayah Cirebon dan Kuningan.
Terdapat beberapa jenis tari topeng, seperti topeng; (1) Panji; (2) Samba; (3) Tumenggung; (4) Rahwana; dan (5) Rumyang. Kelima jenis tersebut menggambarkan siklus kehidupan manusia. Topeng panji menggambarkan fase masa bayl (warna putih) temperamen raja Pinandita; Topeng Samba mengambarkan fase masa remaja (warna merah gading) temperamen Raja Sinatria; Topeng Tumenggung menggambarkan fase masa dewasa (warna merah jambu) temperamen manusia kukuh dan berwibawa; Topeng Rahwana menggambarkan fase masa dewasa dengan nafsu buruk (warna merah tua) temperamen manusia yang tidak menemukan aku dengan sifatnya yang sombong; dan Topeng Rumyang menggambarkan fase masa tua (warna mawar) temperamen manusia yang telah tua yang percaya diri.
Penyajian Tari Topeng Klasik didukung oleh pangrawit, (pemusik), penari dan lawak berbusana khas tradisional Cirebon. Busana yang dipakai oleh pangrawit yaitu jas tutup, bendo dan selancar. Sedangkan pemeran wanita berupa apok, soder dan sontog. Kesenian ini dilengkapi dengan Iayar, dekorasi panggung khas Cirebon.


KUDA RENGGONG
Kuda renggong tumbuh dan berkembang di Kabupaten Majalengka sejak tahun 1950-an. Adalah sebuah seni pertunjukan rakyat yang bersifat helaran dan pada awalnya disiapkan melayani pesta sunat. Penampilannya kemudian bukan hanya untuk pesta sunat,-namun dipersiapkan juga untuk acara lain, seperti upacara hari besar, festival, menyambut tamu, dll.
Menurut penuturan salah seorang pelatih kuda renggong di Desa Heuleut, Leuwimunding, melatih kuda untuk bisa menari sesuai irama kendang bukan hal yang mudah. Seperti halnya melatih hewan sirkus, melatih kuda memerlukan kesabaran dan_cukup banyak memakan waktu. Kemampuan menari sambil berjalan kemudian ditambah dengan kemampuan atraksi bermain pencak silat. Adegan yang tampak adalah kuda berdiri tertumpu pada sepasang kaki belakang, sedangkan pasangan kaki depan melakukan gerakan-gerakan silat. Ini merupakan puncak pertunjukan kuda renggong, yang biasanya ditampilkan setelah kuda renggong melakukan arak arakan keliling kampung ditunggangi anak sunat. Dalam acara festival, selain keindahan pernak-pernik pakaian clan gerakan tari, gerakan silat ini menjadi fokus penilaian utama. .
Alat musik yang digunakan pada awalnya adalah seperangkat waditra yang digunakan pada pencak silat namun dilengkapi dengan seorang sinden. Penyajian musik pada kuda renggong menjadi lebih atraktif dengan ditambahkannya alat musik modern - biasanya sebuah gitar melodi elektrik - yang menampilkan lagu-lagu jogedan. Pada saat arak-arakan pengantin sunat, masyarakat sekitar yang suka menari atau berjoged turut memeriahkan suasana berjoged di depan kuda dengan maksud untuk menghibur pengantin sunat. Pengantin sunat sendiri dinaikkan di atas Kuda dengan didandani pakaian Gatotkaca sehingga tampak gagah, seperti seorang ksatria kecil sedang menunggang kuda.
Di Majalengka perkembangan kesenian kuda renggong berkembang pesat dan tersebar hampir di semua kecamatan. Dengan tidak menafikan makna spiritual yang dikandungnya, kuda renggong di Majalengka menjadi fenomena hiburan yang digemari oleh semua lapisan mas.yarakat. Studio Radio Indraswara Majalengka bahkan membuat mementum yang bagus, yakni dengan membuat jadwal festival Kuda Renggong setiap tahun sekali. Pada saat festival inilah masyarakat­mendapat kesempatan mengapresiasi kesenian kuda renggong, sekaligus memahami makna yang dikandungnya. Arthur Nalan (2003) menyebutkan bahwa "makna simbolis kuda renggong adalah makna spiritual, makna interaksi makhluk Tuhan, bermakna spiritual, teatrikal dan makna universal.
Nama-nama kelompok kesenian kuda renggong di Majalengka merujuk kepada nama atau julukan yang diberikan kepada kuda yang menjadi ronggeng-nya. Misalnya Si Walet Group, karena nama kudanya adalah.Si Walet, demikian pula halnya dengan nama-nama seperti Si Paser Group, Si Kalong Group, dsb. Nama-nama ini juga tidak diberikan begitu saja, karena pemberian nama juga harus mempertimbangkan wanda (bentuk tubuh), karakter, dan tingkat keterampilan kuda. Misalnya Si Kalong Hideung, nama ini diberikan karena kulit tubuh kuda dimaksud berwarna hitam dan bermata seperti kalong, Si Paser karena keterampilan berlarinya yang cepat melesat seperti sebuah paser (anak panah). Beberapa nama kuda di beberapa daerah ada yang sama, ini disebabkan oleh penyebaran keturunan, balk pemilik kuda maupun kuda sendiri. Atau bahkan karena pemilik kuda yang satu berguru kepada pemilik kuda yang lain, sehingga - dengan komitmen seperlunya - memberikan nama yang sama kepada kuda yang dimilikinya.
Hingga saat ini, tercatat ada 50 group kesenian kuda renggong di Majalengka. Indraswara penyelenggara festival kuda renggong paling sedikit mengundang sedikitnya 15 group kuda renggong. untuk tampil pada acara festival tahunan yang secara resmi dibuka oleh Bupati Majalengka.
Sedangkan group kuda renggong yang masih eksis saat ini beberapa di antaranya sebagaimana disebut pada tebal di bawah ini.
Nama Group Nama
Pimpinan Alamat
Jaya Giri Si Jaya Ijah Baribis, Cigasong
Sari Si Ronald Juhadi Sinarjati, Dawuan
Si Giler Group Si Giler Entis Kasokandel, Dawuan
Sri Si Amoy Ujang Yana Gandu, Dawuan
Pamor Budaya Si Jaya Laksana
Toto Sadasari, Argapura
Budaya Si Gagak Ajid Leuwimunding
Sinar Jaya Si Dolar Dedi Supriatna
Cieurih, Maja
Meganada Si Walet Muda
Ahmad Sukaraja. Jatiwangi
Arpila Si Disco Aminudin Padahanten, Sukahaji
Dimas Si Dimas Ade Tarikolot, Cigasong
Muda Jaya - Kosasih Darmalarang, Banjaran
Walet Si Walet M. Sodikin Sadasari, Cikijing
Si Kalong Hideung
Si Kalong Ujang Sutarding
Palasah
Gatot Si Gatot Adar Palasah



GEMBYUNG
Seni tradisional Gembyung berasal dari nama salah satu gamelan Sunda yang disebit Goong, dilengkapi alat musik lainnya oleh pemain yang berjumlah lengkapnya 25 orang. Mereka terdiri atas : pemain kenting satu dan dua; pemain kemong satu dan
dua; pemain kendang katipluk; pemain kolenter; pemain gembyung satu dan dua pemain suling; dan pemain rebab; sertapemain kemong satu dan dua.
Biasanya kesenian Gembyung darn Kabupaten Majalangka ini.ditampilkan dalam acara-acara yang bernuansa religius, misalnya dalam acara pernikahan, mauludan, peresmian mesjid atau haulan seperti pernah dilaksanakan di Pesantren Benda Cirebon, dan di salah satu pesantren di Kabupaten Subang (di Pamanukan). Selain itu, pernah pula dipentaskan untuk mewakili seni tradisional Majalengka yang dilaksanakan di Taman Mini Indonesia Indah pada tahun 1984 dan 1986 lalu.
Penampilan seni Gembyung diawali dengan pembacaan tawasul dan hadhoroh kepada Nabi Muhammad SAW, para keluarganya dan para sahabatnya serta kepada para pengikutnya yang taat kepada-Nya. Kemudian tampil lagu-lagu yang materinya adalah shalawat yang bersumber dari Kitab barjanji (yaitu kitab yang ditulis Imam Barjajnji) atau yang disebut Deba, diiringi oleh musik gembyung tersebut. Pertama kali muncul seni budaya tradisional Gembyung di Kabupaten Majalengka diperkirakan sejak sebelum tahun 1930­an. Pada sekitar tahun 1970-an pernah mengalami kemandegan, tetapi atas upaya yang sungguh-sungguh dari para tokoh seni itu seperti yang dilakukan oleh H.E. Zaenal Muttagin, Dudung dan ustadz Sadeli dari Gunung Manik Kec. Talaga, termasuk pula dari dukungan Bupati Majalengka pada masa H.E. Jaelani, SH juga Bupati sekarang Hj. Tutty Hayati Anwar SH., M.Si. untuk mengeksiskan kembali seni Gembyung dengan kemasan menarik, Walaupun termasuk kelompk seni yang mempunyai akar budaya buhun (kuno), tetapi dalam perkembangannya cenderung dikemas secara dinamis oleh para seniman yang ahli di bidangnya yaitu dengan mengikuti perkembangan zaman.
Beberapa kelompok kesenian gembyung antara lain
  1. Group Laila, pimpinan Bapak Oyo, di Buninagara Bantarujeg;
  2. Panji Wulung, pimpinan Kyai Bahrudin, di Gunungmanik;
  3. Mekar Budaya Putra, pimpinan Yaya Suhaya, di Gunung Manik; ditambah dua group lainnya di Ganeas dan Salado;
  4. Miftahul Jannah, pimpinan Noyadi, di Darmalarang, Banjaran;
  5. Panca Darma, pimpinan (ping Jaenudin, di Burujuiwetan JatiwangI.


GOONG RENTENG
Kesenian ini disebut kesenian Goong Renteng atau Goong Ajeng. Kata ajeng dalam hal ini mengandung arti mempersilakan.
Kesenian ini dirintis oleh Bapak Timpuk, Kepala Desa Gintung Kecamatan Sukahaji pada tahun 1799. Sekarang nama desa ini sudah berganti menjadi Desa Bayureja.
Konon Bapak Timpuk berhubungan dengan Syeh Siti Jenar dari Cirebon, yang pada waktu itu agama Islam sudah mulai tersebar di wilayah Cirebon. Bapak Timpuk merasa tertarik untuk turut menyebarkan agama Islam di wilayahnya. Maka is mencoba membuat alat kesenian goong renteng sebagai media penyebaran agama Islam yang dilakukannya.
Setelah Bapak Timpuk meninggal pada tahun 1855, goong renteng diwariskan kepada anak cucunya, dengan pesan bahwa kelak yang harus mengrus goong ini adalah istri-istri dari anak cucu yang mendapat warisan itu. Kini usia goong itu sudah lebih dari 11 turunan, hingga jatuh kepada pemiliknya yang terakhir sekarang, yaitu. Ibu Marsiah.
Goong ini sekarang dianggap sebagai barang keramat, yang disimpan dengan balk serta setiap malam Jum'at diberi bakaran menyan clan ditaburi bunga-bunga. Setiap tanggal 13 Mulud goong dicuci dengan air kembang, dan pads malam tanggal 14 ditabuh sambil menyanyikan lagu-lagu klasik.
Jalannya pertunjukan adalah sebagai berikut
- tatalu;
- lagu Papalayon (lagu pembukaan);
- Iagu Engko;
- lagu Halang naik Pangprang;.
- lagu Oet-oetan;
- Iagu Dengkleung (lagu Penutup).
Pada acara hajatan durasi pertunj_ukan diperpanjang dan jumlah Iagunya diperbanyak. Kondisi kesenian Goong Renteng sekarang sudah sangat memprihatinkan. Untuk itu, perlu ada upaya penanganan yang serius dari pihak-pihak terkait agar kesenian ini mampu bangkit dan hidup kembali.

TRIK INTERNETAN dan Download GRATIS pake kartu tri

|0 komentar
Mumpung ane ga ada kerjaan.

Langsung aja ane kasih beberapa triknya Internet khusus pengguna 3 (three).

Setting Hp.
Apn: 3gprs/3HSDPA
Proxy:
141.000.008.144
141.000.011.096
80.239.242.253
82.145.210.161
62.109.11.180
Port: 80

Setting opera mini handler.
Buka +Aturan
Hapus port: dicontreng
Jenis proxy: HTTP
Server proxy: web.koprol.com atau 0.facebook.com
yang lain biarkan,
lalu di save.


Dan kalo agan ga mau repot2 bikin APN, pakai APN standard three juga bisa.

Setting opera mini handler.
Buka +Aturan
Hapus port: dicontreng
Jenis proxy: HTTP
Server proxy: 0.facebook.com
yang lain biarkan,
lalu di save.
mudah bukan??

Trik yang ke 2 bisa untuk download mp3,video,dll dan itu gratis..tiss.
(kecuali jar,jad).

kalo masih bingung silahkan berkomentar.

Beda tempat.. Beda rasa..

Download Opera mininya DISINI

Kamis, 15 Mei 2014

Hal - Hal yang Menurut Cowok Keren Padahal Bikin Cewek Ilfeel

|0 komentar

PDKT adalah masa paling krusial di mana cewek-cewek mencapai tahap gampang ilfeel paling maksimal. Gerak-gerik cowok dalam masa tersebut sangat menentukan keberhasilan untuk mendapatkan sang pujaan hati. Sadar atau tidak sadar kamu akan mencoba terlihat baik dan keren di depan dia walaupun sebenarnya kamu bukan pribadi yang seperti itu.

Biasanya saat PDKT kamu banyak mendapatkan saran dari segala penjuru. Tentu saja kamu harus berhati-hati karena saran tersebut mungkin saja ada yang menjebak. Apa yang bagi cowok keren, belum tentu bagi cewek keren juga. Apa yang cowok suka, belum tentu cewek senang melihatnya.

Ini dia beberapa hal yang bagi kebanyakan cowok keren namun malah gampang bikin cewek ilfeel:

1. Rokok
Jumlah perokok di usia remaja saat ini sudah hampir sama dengan jumlah orang Indonesia yang makan nasi. Nggak sedikit juga di antaranya yang memulai merokok cuma karena pengin kelihatan keren. FYI, it’s not. Cowok yang kayak kereta api saat kencan justru membuat cewek sering bete. Rambutnya yang sudah ditata rapi selama berjam-jam harus berakhir dengan bau asap begitu saja. Belum lagi cowok yang merokok saat ngobrol akan membuat cewek tidak fokus dengan pembicaraannya. Karena susah bernafas dan mata pedih akhirnya si cewek jadi males sama kamu. Bahkan cewek yang perokok juga agak males sih kalau cowoknya ‘ngebul’ terus pas kencan sama dia.

2. Kekayaan
Punya ini-itu memang satu kelebihan. Namun jika dibanggakan secara lebay maka berujung pada kesan norak. Pamer punya mobil, perusahaan, jam tangan mahal, rumah mewah adalah perbuatan yang jauh dari keren apalagi jika itu semua bukan hasil jerih payah diri kamu sendiri. Hindari ngomong tinggi pada cewek kecuali kamu memang mengincar cewek matre.

3. Player
Berasa bisa menaklukkan semua cewek itu benar-benar bikin cewek inceran kamu drop. Deketin satu cewek tapi di sisi lain genit-genitan sama banyak cewek. Cewek apa nasi uduk kebon kacang? Satu kurang. Namun hal ini kembali lagi pada diri kamu. Jika kamu ingin mendapat cewek yang super posesif atau cewek yang deket sama banyak cowok lainnya, silakan berlagak layak player kelas kakap.

4. Sok Alim
Biasanya cowok seneng ngingetin shalat, ajak ke gereja setiap Minggu, dan sepik-sepik religius lainnya. Kalau kamu tidak benar-benar alim, JANGAN pura-pura alim saat PDKT. Karena bagaimana pun juga siapa diri kamu yang sebenarnya akan terungkap. Lain halnya jika kamu ingin terus berpura-pura atau kamu nantinya ingin insyaf dan menjadi alim beneran.

5. Terlalu Gaul
Memiliki banyak teman memang baik namun jika terlalu berlebihan dalam bersosialisasi, cewek akan merasa dia bukan prioritas utama. Kalau jalan ke mal tiap lima langkah ada yang menyapa, setiap hari harus bepergian untuk hangout sama teman-teman, eksis di social media ke tempat-tempat hits. Hal ini akan membuat cewek yang kamu deketin merasa hanya sebagai manekin untuk dipamerkan di depan teman-teman kamu.
 
Gimana nih cewek-cewek setuju apa nggak? Apa ada hal lain lagi yang gampang bikin kalian ilfeel?

Bu Mumun Kukulutus

|0 komentar
Punten pami nu ieu mah lambeyna kedah rada monyong heula ” uuuuuu ..”
Subuh-subuh Bu Juju nu nyuhun huut gurunggusuh buru-buru tuturubun muru Bu Mumun nu nuju mudun nyunyuhun suluh…
“Bu Mumun tunggu..!” Bu Juju muru Bu Mumun. Ku buru-buru tuturubun tur gurunggusuh, bujur Bu Juju tuluy murupt duut durutdut dut …. ujug-ujug tuur Bu Juju nyundul tunggul …
“Ulluh…!” Bu Juju nyuntrung-nyuntrung tutulunjung nubruk bujur Bu Mumun nu nyumplu …
“Brug….!” Bu Juju nubruk bujur Bu Mumun.
Bu Mumun nu nuju nyuhun suluh tuluy nyuksruk ngudupruk, huut Bu Juju nurub hulu. Bu Mumun ukur kukulutus tur murukusunu…
“Duh Bu Juju… Bu Juju…” tuluy ngupruk-ngupruk hulu nu turub ku huut Bu Juju. Bu Juju ukur ngudupruk ngurut-ngurut tuur nu buncunur.
Ujug-ujug kurunyung Kuwu Dudu nu dugul tur purunyus ngurunyung muru Bu Mumun nu ngudupruk..
“Uluh-uluh duuuh tuh susu Bu Mumun kunyumplu tur mulus !” Kuwu Dudu ngungut-ngunggut hulu nunjuk-nujuk susu Bu Mumun nu nyumplu tur mulus ku curuk . Gurubug… buru-buru Bu Mumun nutup susu nu kukud ku dudukuy butut.
“Kuwu purunyus… !” Bu Mumun kukulutus tur nyuntrung-nyuntrung Kuwu Dudu ku suluh.
“Ulluh..!” Kuwu Dudu gugurusuk nubruk rungkun.
“Sukur….!” Bu Mumun kukulutus.

Senin, 12 Mei 2014

9 HAL YANG MEMBUAT WANITA TERLIHAT KEREN DI MATA PRIA

|0 komentar
9-hal-yang-membuat-wanita-terlihat-keren-di-mata-pria
Ingin terlihat keren di mata pria? Atau sekadar bisa menarik perhatian pria di sekitar Anda? Ada banyak cara lho agar bisa terlihat keren atau menarik di mata pria. Seperti yang dilansir oleh mensxp.com, ada setidaknya 9 cara yang bisa membuat Anda terlihat menarik di mata pria. Hmm, Anda tak perlu melakukan kesembilan hal ini, Anda bisa hanya cukup pilih satu saja.  Berikut dikutip dari vemale.com
1. Menonton Olahraga
Seorang pria biasanya akan langsung tertarik dengan seorang wanita yang tertarik menonton olahraga seperti sepak bola. Setidaknya dengan begini, sang pria tidak akan kebingungan untuk mencari teman yang bisa menemaninya menonton pertandingan sepakbola.
2. Bisa Bermain Olahraga
Ya, tentu saja karena Anda bisa dijadikan rekan yang seru untuk diajak olahraga.
3. Berani Keluar Rumah Tanpa Make-Up
Wanita yang seperti ini bisa dinilai seorang pria sebagai wanita yang percaya diri dengan penampilannya dan selalu bisa tampil jujur.
4. Bisa Bermain Game
Bermain game bersama pasangan? Hmm, ini bisa jadi ide kencan yang wajib dicoba.
5. Bisa Mengendarai Sepeda Motor
Jiwa pemberani dan petualang yang dimiliki seorang wanita bisa dengan mudah menaklukkan hati para pria.
6. Berani Backpacking Sendirian
Orang yang berani bertualang sendirian adalah orang menyenangkan dan tahu bagaimana caranya menikmati hidup. Dan hal inilah yang disukai oleh pria.
7. Suka Membaca
Siapa bilang wanita yang hobi membaca itu membosankan? Justru pria sangat senang dengan wanita yang suka membaca karena bisa asyik dan seru untuk diajak berdiskusi tentang banyak hal.
8. Suka Menonton Film Aksi
Sejumlah pria mengaku bahwa wanita yang lebih menyukai Arnold Schwarzeneger daripada Robert Pattinson adalah wanita yang paling keren.
9. Nggak Gaptek
Di jaman internet dengan perubahan teknologi yang semakin cepat, wanita yang nggak gaptek pastinya akan selalu dicari oleh para wanita.

Minggu, 11 Mei 2014

7 Lokasi SELAM Di INDONESIA Yang Seindah Surga

|0 komentar
Indonesia memiliki banyak pantai dan pulau, karena itulah indonesia memiliki lokasi selam yang sangat indah di dunia. Nah oleh karena itu terselubung akan memberikan informasi ni, 7 Lokasi Selam di Indonesia yang Seindah surga, berikut infonya yang dikutip dari berjambang.blogspot.com
1. Taman Laut Bunaken – Sulawesi Utara 

Taman Laut Bunaken menjadi salah satu titik penyelaman internasional yang membuat banyak sekali ahli biologi laut, fotografer, dan penyelam di seluruh dunia jatuh cinta. Bahkan dalam Sail Bunaken 2009, dilaporkan ribuan penyelam mendatangi Bunaken untuk memecahkan rekor menyelam massal terbanyak sebesar 3.000 orang.Ada lima pulau utama di Taman Laut ini yakni Bunaken, Manado Tua, Montehagen, Nain dan Siladen. Setiap pulau di sana memiliki ekosistem yang berbeda dan tentunya pengalaman menyelam yang berbeda pula. Ingin berkunjung ke sini?
2. Pulau Banda – Maluku 

Pulau Banda memiliki julukan pulau rempah-rempah dan memiliki pemandangan luar biasa tak hanya di atas air namun juga di bawah laut. Banda sepertinya menjadi lokasi selam teramah di Indonesia. Letak pulau Banda yang terpencil dan langsung disambut oleh laut Banda dan rendahnya populasi manusia membuat ekosistem terumbu karang di sini begitu sehat dan hidup. Kamu akan bisa melihat sekumpulan ikan dalam jumlah besar atau makhluk hidup bawah air luar biasa lainnya yang sangat unik saat menyelam di sini.
Pulau Banda juga menjadi habitat dari ikan Mandarin. Menyelam di sini akan membuatmu merasa nyaman, dengan arus ringan dan air yang tenang. Penyelam pemula bisa menikmati dunia bawah air yang menakjubkan di Banda.
3. Pulau Komodo – Nusa Tenggara Timur

Sebagai salah satu dari 7 keajaiban dunia terbaru, pulau Komodo memiliki banyak hal yang patut dibanggakan dan populer selain satu-satunya habitat hewan purba Komodo di dunia. Berkunjung ke pulau Komodo, kamu akan disambut oleh air yang hangat, suasana yang tenang, karang aneka warna yang bisa ditemukan di perairan dangkal, ratusan jenis ikan-ikan karang, pari, gurita cincin biru dan masih banyak lagi. Komodo memang menjadi pusat keanekaragaman laut di dunia. Bangga dong ya pastinya.
4. Pulau Kangean – Jawa Timur

Kepulauan Kangean adalah nama dari kepulauan yang terdiri dari banyak pulau-pulau yang membentang di bagian timur pulau Madura, Jawa Timur. Kangean memiliki luas 30 ribu hektar dan potensi wisata yang besar. Di sini kamu bisa menemukan ragam terumbu karang dan ikan aneka warna yang bisa dilihat dari permukaan karena lautan yang berwarna biru super jernih, jauh dari polusi.
Meski dibandingkan tujuan wisata lain, potensi ekowisata di pulau Kangean memang belum sepenuhnya dikembangkan maksimal. Di sini kamu masih bisa menemukan hal-hal yang alami dan justru itulah yang menjadi daya tarik turis. Mau berkunjung?
5. Pulau Maratua – Kalimantan Timur

Maratua adalah sebuah pulau besar dengan laguna yang super luas. Hal yang terkenal di sini adalah dinding penyelaman yang spektakuler. Tidak heran jika Maratua menjadi ibukota penyi di Indonesia karena penangkaran penyu di Maratua sangat luar biasa dan kamu bisa merasakan sensasi menyelam bersama penyu.
Tak hanya itu, berbagai ukuran terumbu dan batuan karang bisa kamu temukan di Maratua serta pulau-pulau di sekitarnya yang tidak bisa ditemukan di lokasi menyelam populer lainnya di dunia. Namun yang paling menyenangkan menyelam di Maratua adalah arus bawah airnya yang ramah dan sangat jernih di dalam air sampai jauh dari permukaan. Disebutkan di sini masih bisa melihat jelas sampai 30 meter di bawah permukaan air laut.
6. Raja Ampat – Papua Barat

Raja Ampat terletak di ujung barang laut Semenanjung Kepala Burung di pulau Papua. Berbanggalah Indonesia, karena Raja Ampat menjadi salah satu lokasi penyelaman terbaik di dunia. Sejauh ini Raja Ampat memiliki kekayaan hayati bawah air tertinggi yang pernah dicatat di dunia ini. Raja Ampat terdiri dari 1.500 pulau-pulau kecil dengan empat pulau utama yakni Misool, Salawati, Batanta dan Waigeo.
Namun bagi kamu penyelam pemula, Raja Ampat bukanlah tempat yang tepat karena memiliki arus bawah air yang kuat. Kerennya di beberapa kawasan di Raja Ampat ada tempat penangkaran ikan, budidaya hiu, pari ataupun penyu. Raja Ampat memiliki pemandangan indah luar biasa baik dilihat dari udara ataupun di bawah air.
7. Pulau Togean – Sulawesi Tengah

Kepulauan Togean terbentuk karena aktivitas gunung vulkanis dan memiliki 56 karang asli alami dan pulau-pulau vulkanis. Togean adalah satu-satunya tempat di Indonesia di mana kamu dapat menemukan semua jenis terumbu karang di tempat yang sama seperti atoll, barrier sampai fringing. Ada lima pulau utama di Togean yakni Kadidiri, Batu Daka, Taipi, Una Una dan Boliangga.
Salah satu titik penyelaman terkenal di Togean adalah B24 Bomber yang menjadi salah satu peninggalan Perang Dunia II yang masih dalam kondisi bersih dan asli. Ada rumor yang menyebutkan jika Togean akan menjadi calon destinasi selam populer dunia di Indonesia. Jadi, lebih baik ke sana dulu sebelum terlalu terkenal yuk!

4 Hal yang Gak Boleh Dilakukan Cewek Saat Travelling

|0 komentar

c84427a158f1a16380d98ffbc7e048b2
Sekarang ini sudah banyak perempuan yang memilih untuk mengadakan perjalanan atau berlibur sendirian tanpa ditemani oleh laki-laki. Tapi, ada beberapa hal yang harus diperhatikan jika perempuan sedang mengadakan travelling, baik bersama dengan teman-teman maupun sendirian, Berikut info yang dikutip dari berjambang.blogspot.com :
Pakai Baju Seksi
Menggunakan pakaian yang terbuka saat jalan sendirian akan memancing orang lain yang tidak kenal untuk menggoda, atau bahkan melakukan hal-hal yang lebih ekstrem daripada itu. Oleh sebab itu, sebaiknya gunakan pakaian biasa saja yang tidak mengundang rasa penasaran orang yang baru melihatmu.
Sombong
Banyak perempuan yang memilih untuk bersikap sombong atau jutek kepada orang lain hanya karena takut diperlakukan tidak baik oleh orang asing. Padahal, hal ini juga bisa memicu terjadinya suatu hal yang tidak diinginkan. Oleh sebab itu, bersikaplah ramah terhadap orang lain tapi tidak berlebihan. Berbicaralah sekadarnya dengan orang-orang yang ditemui di tempat liburan, namun batasi pembicaraan dan gerak-gerik tubuhmu.
Sok Berani
Saat seorang perempuan merasa dirinya berani, kecenderungan untuk sombong dan mengatakan atau melakukan hal yang tidak baik lebih mungkn terjadi. Untuk itu, hindari sikap ini dan bersikaplah apa adanya. Jika memang tidak tahu, ya bertanya. Jika memang takut tersesat, ya minta petunjuk jalan.
Iseng
Perempuan yang suka iseng bukan hanya akan dijadikan objek oleh orang sekitar atau orang asing, tapi juga bisa menjadi boomerang untuk diriny sendiri. Iseng dalam bentuk apa pun kepada orang yang tidak dikenal sebaiknya tidak dilakukan agar tidak mendapatkan kesulitan selama di perjalanan.

Jumat, 09 Mei 2014

16 Boneka Menyeramkan di Film

|0 komentar
1. Jigsaw, “Saw”

Saat film horor sedang popular, “Saw” benar-benar menjadi sebuah film genre baru. Film itu menjadi sensasi dan si boneka Jigsaw jadi ikon dari horor modern. “Saw” juga merupakan karya sutradara “The Conjuring” James Wan.

2. Boneka Annabelle, “The Conjuring” (2013)

Dibuat berdasarkan kisah nyata, “The Conjuring” memang sangat menakutkan, apalagi Annabelle, boneka hantu yang dikurung pemburu hantu Ed dan Lorraine Warren (Patrick Wilson dan Vera Farmiga).

3. Fats si boneka yang bisa bicara (ventriloquist dummy), ‘Magic’ (1978)

Dengan trailer yang menimbulkan mimpi buruk, “Magic” mengambil konsep boneka jahat dan membuatnya terkenal. Dibintangi oleh pemain papan atas seperti Anthony Hopkins dan Ann-Margret.

4. Suzie, “May” (2002)

“Kalau kamu tidak punya teman, buatlah satu”, tapi dalam kasus ini, itu adalah ide yang sangat buruk. Meskipun film ini penuh dengan kanibalisme dan pembunuhan, hubungan May dengan boneka masa kecil Suzie tetap menjadi bagian yang paling menakutkan.

5. Boneka badut, “Poltergeist” (1982)

Apa yang lebih menakutkan daripada boneka yang kerasukan setan? Boneka badut yang kerasukan setan ini termasuk satu yang paling menakutkan di bioskop.

6. Boneka-boneka di “Team America: World Police” (2004)

Filmnya memang bagus, dan boneka-boneka ini sama anehnya dengan film tersebut. Mereka memang tidak menakutkan, tapi coba bayangkan ada boneka yang hidup seperti mereka.

7. Boneka-boneka di “Labyrinth” (1986)

“Labyrinth” awalnya seperti film keluarga, tapi ketika Jim Henson membuat boneka-boneka lucu (misalnya: Muppets, Sesame Street, dan Fraggle Rock), boneka-boneka yang ada di “Labyrinth” jauh dari tipe boneka yang ingin dipeluk-peluk.

8. Ventriloquist dummy, “Dead of Night” (1945)

Film horor Inggris ini langsung mencekam saat bonekanya berbicara di atas panggung. Lihat saja mimik menakutkan dari Michael Redgrave dengan bonekanya yang bisa bicara (ventriloquist dummy).

9. ‘Boneka-boneka’ di “Valley of the Dolls” (1967)

Para boneka di film ini tidak serupa dengan boneka di film lain dalam daftar ini, mereka bukan berbentuk boneka mainan, melainkan pil, namun bukan berarti konsekuensinya tidak menakutkan bagi Jennifer (Sharon Tate), Anne (Barbara Parkins), dan Neely (Patty Duke).

10. Bianca, “Lars and the Real Girl” (2007)

Meskipun film ini dibintangi Ryan Gosling, hal ini tidak mengubah kenyataan bahwa Bianca, kekasih Lars, memang menakutkan.

11. Semua boneka, “Dolls” (1987)

Inilah jadinya jika penyihir, mobil rusah dan mainan menyeramkan berada di satu mansion.

12. Puppets, “Puppetmaster”

“Iblis datang dalam berbagai ukuran” – tagline film ini memang sudah menjelaskan. Boneka-boneka kecil yang terkena kutukan kuno cukup kuat untuk terus-menerus diceritakan ke dalam 9 sekuel dan serial komik.

13. Boneka yang bisa bicara (ventriloquist doll) di “Dead Silence” (2007)

Boneka yang kerasukan tidak begitu popular saat “Saw” mengambil alih film horor, tapi masa suram itu berakhir saat film ini keluar, yang juga dibuat oleh pembuat “Saw”. Film ini berhasil mencetak uang hingga Rp200 miliar.

14. Dolly Dearest, “Dolly Dearest” (1991)

Roh dari kebudayaan kuno suku Maya merasuki boneka Dolly.

15. Pinocchio, “Pinocchio’s Revenge” (1996)

Pinokio bukan lagi boneka kayu yang lucu. Dalam film ini, pinokio dipenuhi oleh amarah, gila, dan membuat seorang gadis kecil jadi pembunuh.

16. Chucky, “Child’s Play”

Daftar boneka menakutkan belum lengkap tanpa adanya Chucky. Meskipun sekuel filmnya makin aneh (misalnya “Bride of Chucky”), Chucky tetap Chucky. Dia menyeramkan! Sekuel terbarunya “Curse of Chucky” is coming straight to DVD in October akan keluar dalam bentuk DVD pada Oktober 2013

Dokter Paling Sadis Dalam Sejarah

|0 komentar

Pernah nonton film The Human Centipede? Film horror tentang seorang dokter Jerman yang menculik turis dan melakukan operasi mengerikan. Ternyata di dunia nyata, ada juga dokter-dokter psikopat sepert itu.
Alih-alih membantu pasien, mereka malah menggunakannya sebagai kelinci percobaan, bahkan membantai banyak nyawa. .

1. Dr Josef Mengele (1911 – 1979)

Josef Mengele Rudolf terkenal atas kekejamannya dalam ‘eksperimen medis’ yang dilakukan terhadap tahanan kamp konsentrasi selama Perang Dunia II. Setelah lulus dari Frankfurt Medical School, Mengele menjalani wajib militer dan menawarkan diri ke dalam unit medisPada tahun 1943, ia dipromosikan menjadi Kapten dan dikirim ke kamp Nazi yang terkenal di Auschwitz-Birkenau. Di sini, Mengle menyeleksi anak-anak yang tingginya tak sampai 150 cm untuk dikirim ke kamar gas, sisanya digunakan dalam percobaan. Dia selamat dari perang dan kabur ke Amerika Selatan

2. Dr Shiro Ishii (1892 – 1959)

Shiro Ishii adalah ahli mikrobiologi Jepang berpangkat letnan jenderal dari unit perang biologis Tentara Kekaisaran Jepang. Setelah lulus sekolah kedokteran di tahun 1922, Dr Ishii ditugaskan ke Rumah Sakit Angkatan Darat 1 dan Army Medical School di Tokyo.Pada tahun 1942, ia memulai percobaan pada manusia sebagai bagian dari proyek rahasia Angkatan Darat Jepang. Percobaannya meliputi paparan senjata biologis, pembedahan dalam kondisi hidup, aborsi paksa, simulasi stroke, serangan jantung, radang beku, dan hipotermia. Namun Dr Shiro Ishii belum pernah dituntut atas kejahatannya.

3. Dr Harold Shipman (1946 – 2004)

Harold Frederick Shipman adalah seorang dokter di Inggris yang bertanggung jawab atas lebih dari 250 kasus kematian. Setelah lulus dari Leeds School of Medicine, Shipman menjadi anggota Dewan British Medical dan mendirikan klinik sendiri di tahun 1993.Pada tahun 1998, seorang rekan dokter mengeluh tentang tingginya angka kematian di antara pasien Shipman. Penyelidikan polisi mengungkapkan, Dr Shipman memberikan diamorfin berlebihan kepada pasien. Dia dijatuhi 15 hukuman seumur hidup berturut-turut, namun bunuh diri di selnya pada tahun 2004.

4. Dr H.H. Holmes (1861 – 1896)

Herman Webster Mudgett alias Dr Henry Howard Holmes adalah lulusan Michigan Medical School yang merupakan salah satu pembunuh berantai pertama dalam sejarah AS. Dia membuka sebuah hotel yang telah dirancang memenuhi tujuan sadisnya, kamar tidur dilengkapi pipa gas dan pintu rahasia.Dia memilih wanita sebagai korban, baik dari karyawan maupun tamu. Setelah disiksa sampai mati, mayat korban dibawa ke ruang bawah tanah untuk dibedah dan dijadikan model. Ada 27 korban yang diverifikasi, namun polisi mengatakan ada banyak bagian tubuh yang sudah dipotong dan membusuk, jadi sulit diketahui berapa pasti jumlahnya.

5. Dr John Bodkin Adams (1899 – 1983)

John Adams Bodkin adalah seorang dokter anastesi asal Inggris. Selama tahun 1946 – 1956, ada 160 pasiennya yang meninggal dalam kondisi mencurigakan, hampir kesemuanya meninggalkan dr Adams uang atau aset berharga lain lewat surat wasiat.Walau terkenal ceroboh saat mengoperasi, Adams berhasil menjadi dokter terkaya di Inggris pada tahun 1956. Sebagian besar karena pasien yang sekarat setuju meninggalkan harta berharga untuknya. Sayang, jaksa tidak dapat membuktikan tuduhan kejahatan yang dialamatkan padanya.

6. Dr Jayant Patel (lahir 1950)

Dr Jayant Patel Mukundray adalah ahli bedah asal India yang berimigrasi ke AS. Saat bekerja di Oregon, rekan-rekannya menilai dia tak becus melakukan operasi, melakukan tindakan yang tak perlu, dan menyebabkan cedera serius hingga kematian.Tahun 2003, Patel pindah ke Australia dan dengan cepat mendapat julukan ‘dr Death’. Pada tahun 2010, dia didakwa membunuh 3 orang pasien dan dijatuhi hukuman 7 tahun penjara. Selama 20 tahun berpraktik, ada 87 pasien yang meninggal di tangannya, walau jumlah sebenarnya bisa jauh lebih banyak.

7. Dr Michael Swango (lahir 1954)

Michael Swango adalah mantan dokter dan marinir AS dengan tuduhan lebih dari 60 kasus pembunuhan. Karirnya sebagai pembunuh berantai sejalan dengan prakteknya sebagai dokter. Swango meracuni pasien dan koleganya, lalu dijatuhi hukuman 5 tahun penjara.Setelah dibebaskan, ia mengganti identitasnya menjadi Dr Daniel J. Adams dan kembali berpraktek. Dia lantas melarikan diri ke Zimbabwe dan lagi-lagi bekerja sebagai dokter hingga tertangkap tahun 2000. Selama persidangan, jaksa membacakan buku catatannya yang menggambarkan betapa senang dia atas kejahatannya.

8. Dr Marcel Petiot (1897 – 1946)

Setelah terluka  dalam Perang Dunia I dan dikirim pulang, Marcel Andre Henri Felix Petitot  menyelesaikan sekolah kedokteran dan magang di rumah sakit jiwa. Masalahnya, Petitot sendiri didiagnosis dengan berbagai penyakit mental usai pulang dari perang.Setelah magang, Petitot mendirikan klinik sendiri. Hingga suatu ketika, keluar asap dan bau busuk dari cerobong asap rumahnya. Polisi menemukan kompor batubara di ruang bawah tanahnya berisi sisa-sisa jasad manusia. Petitot dipenggal pada tanggal 25 Mei 1946